Home » Tribun Pontianak Angkat Cerita Sukses Keripik Nafisa: Dari Setapuk Besar Tembus Pasar Malaysia
Home » Tribun Pontianak Angkat Cerita Sukses Keripik Nafisa: Dari Setapuk Besar Tembus Pasar Malaysia
Tribun Pontianak Angkat Cerita Sukses Keripik Nafisa

Tribun Pontianak Angkat Cerita Sukses Keripik Nafisa: Dari Setapuk Besar Tembus Pasar Malaysia

Mau Beli Camilan Favoritmu?

Pilih camilan renyah untuk nemenin aktivitas harian. Praktis, enak, dan cocok buat stok di rumah atau meja kerja.

Order Sekarang Melalui WhatsApp

Ketika berbicara tentang camilan khas Singkawang, salah satu nama yang mulai mencuri perhatian masyarakat luas adalah Keripik Nafisa. Awalnya hanya usaha rumahan sederhana di Setapuk Besar, Singkawang, kini brand ini berhasil menembus pasar internasional hingga ke Malaysia.

Cerita ini bahkan diangkat oleh Tribun Pontianak, karena dianggap sebagai inspirasi bagi banyak UMKM yang bermimpi membawa produk lokal menuju panggung global. Bagaimana perjalanan Keripik Nafisa bisa sampai sejauh ini? Mari kita telusuri kisahnya.

Awal Mula: Dari Dapur Kecil di Setapuk Besar

Semua bermula dari sebuah dapur sederhana.

Pemilik Keripik Nafisa melihat potensi melimpahnya bahan baku lokal seperti singkong, pisang, dan keladi di Singkawang. Daripada hanya dijual mentah, bahan ini diolah menjadi camilan kriuk dengan beragam rasa.

Awalnya hanya diproduksi dalam jumlah kecil, sekadar untuk dijual ke tetangga atau menitipkan di warung sekitar. Namun, sambutan positif datang dengan cepat. Banyak yang bilang:

“Keripiknya renyah, rasanya pas, nggak bikin seret di tenggorokan.”

Dari mulut ke mulut, nama Keripik Nafisa pun mulai dikenal lebih luas.

Menemukan Ciri Khas: Rasa yang Kaya, Harga yang Ramah

Salah satu kunci kesuksesan Keripik Nafisa adalah keberanian berinovasi. Mereka tidak hanya menjual keripik original, tetapi menghadirkan berbagai rasa seperti:

  • Balado pedas yang bikin nagih.

  • Jagung manis yang disukai anak-anak.

  • Jagung bakar dengan aroma khas.

  • Original gurih yang selalu jadi favorit.

Selain itu, harga yang terjangkau membuat produk ini bisa dinikmati semua kalangan. Dari pelajar hingga orang tua, semua bisa membawa pulang keripik tanpa khawatir soal isi dompet.

Tantangan yang Dihadapi

Tentu saja perjalanan ini tidak selalu mulus. Ada masa ketika penjualan menurun karena pesaing semakin banyak. Ada juga tantangan dalam menjaga kualitas rasa dan kerenyahan saat produksi meningkat.

Belum lagi keterbatasan dalam pemasaran digital. Pemilik Keripik Nafisa awalnya hanya mengandalkan penjualan offline. Namun seiring perkembangan zaman, mereka sadar bahwa promosi lewat media sosial dan website adalah kunci untuk menjangkau lebih banyak pelanggan.

Meski sulit, tantangan ini justru melahirkan semangat baru untuk belajar dan berkembang.

Momentum: Dari Liputan Lokal ke Pasar Malaysia

Puncak kebanggaan datang ketika kisah Keripik Nafisa diangkat oleh Tribun Pontianak. Media lokal tersebut menyoroti bagaimana usaha kecil dari Setapuk Besar bisa berkembang hingga memiliki pelanggan di luar negeri.

Bagi pemilik, liputan ini bukan sekadar publisitas, tapi validasi bahwa kerja keras mereka tidak sia-sia.

Tak lama setelah itu, peluang datang dari Malaysia. Beberapa diaspora Indonesia yang merantau ke negeri jiran mulai memesan dalam jumlah besar. Awalnya hanya untuk konsumsi pribadi, namun kemudian berkembang menjadi permintaan partai kecil untuk dijual kembali.

Kini, Keripik Nafisa resmi masuk ke pasar Malaysia, membawa nama Singkawang dan Kalimantan Barat lebih dikenal.

Dampak bagi Masyarakat Lokal

Kesuksesan Keripik Nafisa tidak hanya dirasakan oleh pemilik usaha, tetapi juga masyarakat sekitar.

  1. Penciptaan Lapangan Kerja
    Beberapa tetangga mulai dilibatkan dalam proses produksi, dari mengupas singkong hingga pengemasan.

  2. Mengangkat Bahan Lokal
    Petani singkong, pisang, dan keladi mendapat pasar baru yang stabil.

  3. Inspirasi bagi UMKM Lain
    Banyak pelaku UMKM lain di Singkawang termotivasi untuk berani bermimpi besar setelah melihat keberhasilan Keripik Nafisa.

Strategi Sukses Keripik Nafisa

Ada beberapa hal yang bisa dipelajari dari perjalanan Keripik Nafisa:

  • Konsistensi Kualitas
    Tidak peduli seberapa besar permintaan, kualitas selalu dijaga agar rasa tetap sama seperti awal.

  • Inovasi Rasa
    Tidak terpaku pada satu varian, melainkan menghadirkan berbagai rasa sesuai tren pasar.

  • Branding Lokal
    Dengan mengangkat nama Singkawang dan nuansa lokal Kalimantan, Keripik Nafisa memiliki identitas yang kuat.

  • Digitalisasi
    Mulai dari media sosial, website, hingga pemesanan lewat WhatsApp, semua dioptimalkan untuk mempermudah pelanggan.

Cerita Pelanggan: Dari Nongkrong hingga Oleh-Oleh

Banyak pelanggan yang berbagi cerita tentang bagaimana keripik ini menemani momen mereka.

  • Anak muda: menjadikan keripik sebagai teman nongkrong di kafe atau rumah.

  • Mahasiswa: keripik jadi penyemangat saat belajar menjelang ujian.

  • Keluarga: selalu menyajikan keripik Nafisa saat tamu datang.

  • Wisatawan: menjadikannya oleh-oleh khas Singkawang yang praktis dan tahan lama.

Cerita-cerita sederhana ini memperkuat posisi Keripik Nafisa sebagai camilan rakyat yang dekat dengan semua kalangan.

Dari Lokal ke Global: Mimpi yang Terus Berkembang

Bagi pemilik Keripik Nafisa, masuk ke pasar Malaysia hanyalah awal. Mereka masih punya mimpi lebih besar: bisa menembus pasar Asia Tenggara, bahkan dunia.

Visi ini bukan mustahil. Dengan dukungan digital marketing, kemasan modern, dan distribusi yang semakin luas, Keripik Nafisa bisa jadi produk kebanggaan Kalimantan Barat di kancah internasional.

Penutup: Sukses yang Bisa Ditiru

Cerita Keripik Nafisa membuktikan bahwa dari dapur kecil di Setapuk Besar, Singkawang, sebuah usaha bisa menjelma jadi brand yang dikenal hingga Malaysia.

Kisah ini bukan hanya soal makanan, tapi tentang kerja keras, ketekunan, dan keberanian bermimpi. Dan yang paling penting, ini adalah bukti bahwa produk lokal punya daya saing global.

Kalau kamu ingin merasakan sendiri kelezatan yang sudah menembus pasar internasional, tidak perlu jauh-jauh ke Singkawang atau Malaysia.

Scroll to Top