Website yang sedang kamu baca ini tidak lahir dari tim digital yang sudah jago. Awalnya justru dari tugas kuliah. Waktu itu saya, Hanif, masih mahasiswa baru di Program Studi Sistem Informasi. Saya belum paham apa itu SEO, masih bingung setiap kali kode menampilkan error, dan sama sekali belum kebayang kalau suatu hari keripik buatan keluarga di Singkawang bakal punya website sendiri yang bisa dicari di Google.
Tulisan ini bukan soal teknologi. Ini cara saya mengenang perjalanan awal itu, dan terutama dua teman seperjuangan yang ikut membawa Keripik Nafisa sebagai topik tugas besar kami: Nazarudin dan Dimas Aqil Salsabil. Tanpa mereka, mungkin cerita digital Keripik Nafisa tidak akan dimulai secepat ini.

Kenapa Keripik Nafisa yang Jadi Topik?
Setiap tugas besar selalu dimulai dengan pertanyaan yang sama: mau angkat topik apa? Banyak pilihan yang lebih “aman”, seperti sistem perpustakaan, aplikasi kos-kosan, atau toko online fiktif. Tapi saya punya contoh nyata di rumah: usaha keripik keluarga yang setiap hari melayani pembeli, mencatat pesanan, dan menghitung uang secara manual.
Rasanya sayang kalau ilmu yang dipelajari di kampus hanya berhenti di kertas tugas. Jadi sejak awal saya ingin topiknya dekat dengan kehidupan sendiri, dengan masalah yang benar-benar ada, dan kalau bisa, hasilnya ada gunanya untuk usaha keluarga.
2022: Program Kasir Pertama, Ditulis dengan Python
Langkah pertama terjadi di semester awal, lewat tugas besar mata kuliah Praktikum Pemrograman Komputer. Judulnya: Program Kasir pada Transaksi Penjualan Keripik Nafisa.
Latar belakangnya sederhana. Waktu itu, transaksi di Keripik Nafisa masih dihitung secara manual. Kalau pesanan sedang banyak, risiko salah catat jadi besar: total belanja bisa kelebihan atau kekurangan, dan proses melayani pembeli jadi lebih lama. Program kasir saya buat untuk menjawab masalah itu, yaitu menghitung transaksi secara otomatis, lebih cepat, dan lebih rapi.
Programnya dibuat dengan bahasa Python di Visual Studio Code. Isinya masih dasar sekali: tipe data, variabel, fungsi, dan list untuk menyimpan daftar varian keripik beserta harganya. Pembeli memilih varian dan jumlahnya, lalu program menampilkan struk, menghitung total, dan menghitung uang kembalian.
Ada satu fitur kecil yang waktu itu terasa membanggakan: diskon otomatis. Kalau total belanja lebih dari Rp100.000, program langsung memberi potongan Rp10.000. Kalau kurang, diskonnya nol. Sekarang terdengar sangat sederhana, tapi bagi mahasiswa yang baru belajar if dan else, melihat struk keluar lengkap dengan diskon dan kembalian rasanya seperti berhasil membuat aplikasi sungguhan.
Presentasinya direkam seadanya dengan perekam layar, wajah saya di pojok kanan atas, dan latar slide hitam putih bergambar mesin kasir. Kalau ditonton lagi sekarang, ada rasa malu sekaligus bangga. Malu karena masih kaku, bangga karena dari situlah saya pertama kali merasakan bahwa kode bisa membantu usaha di dunia nyata.
2023: Lahirnya Tim KeripikKu
Beberapa bulan kemudian datang tugas besar mata kuliah Perancangan UI/UX. Kali ini kerja kelompok. Saya satu tim dengan Nazarudin dan Dimas Aqil Salsabil. Saat membahas topik, kami sepakat untuk kembali mengangkat keripik lokal, dan dari situ lahirlah KeripikKu: rancangan aplikasi mobile untuk membantu UMKM keripik memasarkan produknya lebih luas.
Kalau tugas pertama fokus pada urusan kasir di toko, tugas kedua ini melihat masalah yang lebih besar: pemasaran. Di video presentasi, kami membuka dengan data bahwa pelaku UMKM di Kalimantan Barat jumlahnya puluhan ribu dan perannya besar bagi ekonomi daerah. Banyak di antaranya menjual produk lokal seperti keripik ubi, pisang, sukun, dan keladi. Sayangnya, banyak usaha keripik yang masih kesulitan memasarkan produk, sehingga jangkauan pembelinya sempit.
Dari Sketsa Pulpen ke Prototipe Interaktif
Kami memakai metode user-centered design, yaitu merancang dengan menjadikan pengguna sebagai pusatnya. Prosesnya ada empat tahap:
- Memahami pengguna. Mencari tahu kebutuhan, kebiasaan, dan kesulitan calon pengguna aplikasi.
- Riset desain. Melihat berbagai contoh desain UI/UX untuk mencari inspirasi dan memahami tren tampilan aplikasi.
- Merancang konsep. Membuat kerangka tampilan awal (mockup) yang kami gambar manual pakai pulpen dan kertas.
- Membuat prototipe. Mengubah sketsa kertas tadi menjadi prototipe interaktif yang bisa diklik seperti aplikasi sungguhan.
Bagian sketsa kertas ini yang paling saya ingat. Belum ada desain yang rapi, belum ada warna, hanya kotak-kotak dan panah hasil coretan tangan. Tapi dari coretan itu, kami pelan-pelan menyusun alur aplikasi dari layar pertama sampai pesanan sampai di tangan pembeli.
Fitur-fitur yang Kami Rancang
- Halaman utama berisi kategori keripik, notifikasi, dan menu promo.
- Daftar dan masuk akun, lengkap dengan verifikasi kode OTP lewat email dan peringatan kalau kolom isian dibiarkan kosong.
- Promo dan kupon supaya pembeli punya alasan untuk kembali belanja.
- Riwayat transaksi, produk yang disukai, dan ulasan dari pembeli.
- Pelacakan status pesanan, mulai dari pesanan sampai di lokasi sortir hingga diantar ke alamat tujuan.
- Halaman tentang aplikasi yang berisi tujuan KeripikKu dan foto kami bertiga.
Video presentasinya kami buka dengan adegan kami bertiga berjalan menyusuri trotoar, masing-masing dengan ransel di punggung dan nama serta NIM terpampang di layar. Adegan itu sederhana, tapi sekarang jadi kenangan yang paling sering saya putar ulang. Tiga mahasiswa, tiga ransel, satu tugas besar.
Belum Paham SEO, Belum Jago Coding, Tapi Tetap Jalan
Kalau dilihat lagi sekarang, banyak hal yang dulu belum kami mengerti. Kami belum tahu bagaimana orang bisa menemukan sebuah website di Google. Belum paham kenapa sebuah halaman bisa lambat dibuka. Belum kenal istilah seperti meta description, indexing, atau tracking. Bahkan untuk memperbaiki satu error kecil di Python, kadang butuh waktu yang lama.
Tapi justru di situ serunya. Kami belajar sambil mengerjakan. Kami saling bertanya, saling mengoreksi, dan kekurangan satu orang ditutup oleh yang lain, dan tugasnya tetap selesai sampai dipresentasikan.
Dari Tugas Kuliah ke Website Hari Ini
Tugas-tugas itu mungkin hanya berakhir jadi nilai di KHS. Tapi bagi saya, itulah titik awal Keripik Nafisa mulai dipikirkan secara digital. Kalau dirunut, jalurnya kira-kira seperti ini:
- 2022: program kasir Python, belajar bahwa pencatatan penjualan bisa dibuat lebih rapi dengan kode.
- 2023: rancangan aplikasi KeripikKu bersama Nazarudin dan Dimas, belajar bahwa produk lokal butuh cara pemasaran yang lebih luas.
- Hari ini: website Keripik Nafisa yang bisa diakses siapa saja, lengkap dengan katalog produk, artikel, lokasi toko, dan pemesanan langsung lewat WhatsApp.
Banyak ide di website ini ternyata sudah pernah kami pikirkan waktu itu, hanya bentuknya berbeda. Keinginan agar pembeli mudah melihat varian keripik, mudah memesan, dan tahu ke mana harus datang, semuanya sudah muncul di sketsa kertas KeripikKu bertahun-tahun lalu.
Untuk Nazarudin dan Dimas
Terima kasih sudah mau membawa Keripik Nafisa sebagai topik tugas besar kita. Terima kasih untuk diskusi, sketsa di kertas, dan semua waktu yang kalian berikan sampai presentasi selesai direkam. Kalian mungkin tidak sadar, tapi ide-ide kecil yang kita kerjakan bersama waktu itu ikut membentuk apa yang ada di website ini sekarang.
Ke mana pun langkah kalian sekarang, semoga selalu dimudahkan. Dan kalau suatu hari kalian mampir ke Singkawang, keripiknya sudah menunggu.
Setiap website punya cerita di balik layar. Cerita kami dimulai dari tiga mahasiswa, satu tugas besar, dan sebungkus keripik dari Singkawang.
Pesan untuk Mahasiswa yang Sedang Mengerjakan Tugas Besar
- Pilih topik yang dekat dengan hidupmu. Usaha keluarga, warung tetangga, atau komunitas di sekitarmu bisa jadi topik yang jauh lebih bermakna.
- Tidak apa-apa belum paham. Kami juga mulai dari nol. Yang penting mau belajar sambil mengerjakan.
- Hargai teman satu tim. Tugas bisa selesai karena kerja bareng, dan kenangannya akan tetap ada jauh setelah nilainya keluar.
- Simpan hasil kerjamu. Video presentasi yang dulu terasa memalukan bisa jadi kenangan berharga beberapa tahun kemudian.
Siapa tahu, tugas kuliahmu hari ini suatu saat jadi awal dari sesuatu yang lebih besar.
Ditulis oleh Hanif Al Aslam. Kenali juga cerita lengkap kami di halaman Tentang Kami, atau lihat semua varian keripik yang dulu jadi bahan tugas kami.

